 |
Prabu Amiluhur dan Dewi Kameswara |
Penggunaan kata Rakat (Raket) ini telah ada sejak abad ke delapan (8).
Abad dimana Kerajaan Kanjuruhan mengalami kejayaannya, Informasi ini termaktub
dalam prasasti Dinoyo. Dalam prasasti yang bertarik tahun 682 saka (760
masehi). Prasasti berhuruf jawa kuno dan berbahasa sansakerta ini menerangkan
keberadaan kerajaan Kanjuruhan yang diperintah raja Deva Singha yang mempunyai
putra mahkota bernama Sang Liswa, dikemudian hari ketika putra mahkota naik
tahta menggantikan raja Deva Singhs, Liswa bergelar Gajayana
 |
Gunung Sari dan Emban Mones |
Seni Topeng saat itu telah menjadi kesenian Karajaan, dan menjadi bagian
dari acara-acara proting di dalam kerajaan. Seperti yang di tulis dalam
prasasti Dinoyo A. disana disebut "Juru ang Mangkarat (pimpinan
pertunjukan raket) yakni pertunjukan syndra fari Topeng) bernama Pataweh
(Cahyono, 2003, lampiran III). Dari pengetahuan milah, kita menggunakan raket
sebagai satu kata pengganti Topeng, anlain Tapukan, atau Atapukan;
Nah, penggunaan kata Raket sebagai Leakraban dan Raket sebagai topeng
itu mulai diusung teman-teman penggiat budaya dan Gabuk di Jabung pada tahun
2018 yang lalu. Dimulai pada gial Raket Jabung pertama pada Februari tahun
2018, sebuah konsep Njagong silaturahmiti ngrasani Topeng Jabung. Sebuah kansep
silaturahmi dalam niatan meraketkan para muda mudi Jabung, dan serta belajar
tentang Topeng (Raket) Jabung, yang mana adalah sani tradisi yang ada di
wilayah kecamatan Jabung, Kabupaten Malang
 |
Ragil Kuning di perankan Muhammad Sugeng (Lyhonk) |
Inti dari giat Raket Jabung ini adalah, mengenalkan dan mengapresiasi
para sesepuh Topeng Jabung dengan jalan membuat acara njagong silaturahmi
dengan sederhana. Awal kali kegiatan Raket Jabung ini Bertempat di Balaidesa
Sukolilo, Kecamatan Jabung. Acara sederhana ini di inisiasi para penggiat
literasi yang tergabung dalam wadah Republik Gubuk. Mengusung sebuah acara
njagong maton dengan mengundang beberapa sesepuh dan pemerhati kesenian Topeng
Jabung. Kegiatan ini adalah upaya mengkaji dan mengenalkan seni Topeng Jabung
kepada gennrasi muda. brutama para penggiat literasi di Gubuk Baca yang ada di
wilayah kecamatan Jabung
 |
Kelono di perankan oleh Mas Majid |
Dalam kegiatan Raket fidung inilah, selain t belajar dan mengenal
separah Topeng Jabung para pemuda juga langsung bia silaturahmi) dan bertatap
muka dengan para sesepah sent wayang Topeng Jabung Para sesepuh seperti Alin
Mbah Suparto, Mbah Konda Sulanto, hadir bercerita langsung bagaimana kesenian
wayang topeng berkembang di wilayah Jabung Selain itu, dalam Raket Jabang luga
dibadiri beberapa patnerhati seni dan akademisi dari Kota Malang, sebut Drs.
Robby Hidajat, Yudit Purdananto. Widho Bejo Minulyo, dan jaringan komunitas
Muda mudi yang ada di Malang
Njagong maton Raket Jabung ini. memang layaknya seminar, selain ada
paparan dari narasumber sesepuh topeng juga ada tampilan tarian yang di
persembahkan oleh Pasukan Gunung Sari, lalu tanya jawab dan ditutup don, sama
seperti seminar-seminar humrahnya. Namun, yang menjadikan Raket Jabung berkesan
dan istimewa adalah para pesertanya adalah lintas komunites, ada yang dari
pesantren, dari Republik Gubuk, serta dari beberapa komunitas dari Kota Malang
kegiatan yang berada di Balai Desa Sukolilo kecamatan Jabung itu sangat ramai.
 |
Buto |
Suatu peristiwa budaya yang sangat jarang sekali ada di Malang, dalam
kegiatan ini juga muncul dan lahir sejarah baru penampilan tari topeng, yang
sebelumnya belum pernah ada di Malang Raya. Saat itu, dalam sesi pertunjukan
tarian Gunung Sari awalnya di tarikan dua orang dengan mengenakan topeng serta
kostum atau rapak utuh. Dimenit kesepuluh dari tarian yang berdurasi 25 menitan
ini. para penonton ikut kedepan dan menari mengikuti penari Topeng berputar
mengitari latar ditengah antara pemateri dan audien yang duduk lesehan,
penampilan tarian Gunung sari Kembat layaknya tarian flasmop yang kini sering
kita lihat di mana-mana, dalam gelar Raket Jabung 2018 juga melakukan itu.
Drs Robby Hidajat, akademisi sekaligus dowen tari yang selama ini di
kenal akan karya tulisannya tentang Topeng Malang, malam itu mmgatakan, inilah
Peristiwa budaya, dan ini adalah momentum atau peristiwa istimewa dalam sejarah
topeng Malang konsep yang di hadirkan pada malam itu merupakan yang pertama
dalam dunia pertunjukan Topeng Malang Bobby Hidajat juga mengatakan pirates its
akan menjadi satu berita besar Sila mana pada malam hari itu hadir wartawan
stau pemulis yang mengkabarkan,
Sejak itu banyak konsep atau strategi yang Aikudiskan oleh muda mudi
(sbning, sebut sa dalam glat Raket Jabung yang ke dus di la M. Rakes Jabung ke
dus ini adalah yeplaas wayang Topeng Kontemporer yang bekistetasi Ampan
Filenlar seni dari Bali yalts Hand (then) Kandhihawa atau lebih di kenal dengan
sebutan Mbak Seval da Sagara Dhatu. Seva Dhatu sendiri adalah penan tradisi
Calon Arang Bali juga salah satu tokoh di dunia seni kontemporer otodidak
Indonesia
Dalam raket Jabung ke dua ini, pasukan gunung sari membawakan sendra
tari topeng dengan judul Ken Umang dan Ken Angrok Sebuah cerita yang mengangkat
peran dibalik layar perjuangan seorang Ken Umang dalam membantu sang suami
yaitu Ken Angrok hingga berhasil menjadi penguasa Singosari Lagi-lagi Raket
Jabung menorehkan sejarah baru dalam dunia pertunjukan Topeng Malang sebuah
sajian Wayang Topeng Kontemporer dengan alur cerita yang tak pernah ada didunia
Topeng Malang meskipun begitu, antusias penonton dari kalangan muda sangat
banyak. dan gelar malam itu sukses berjalan lancar.
Strategi dan konsep dalam mengenalkan seni tradisi Topeng Malang,
terutama Topeng Jabung memang tak lazim dan mengundang kritik sesepuh yang
berpedoman pada pakem. Namun, hal ini terbukti mengena dan menjadikan anak muda
di wilayah Jabung sedikit demi sedikit banyak yang belajar tradisi Topeng
Jabung
Pergerakan budaya di kalangan anak muda Jabung ini memang tak lepas dari
peran serta penggerak Gubuk yang ada di wilayah Jabung. Dan tentunya konsep dan
pemikiran dari Fahrul Alam Syah atau yang lebih dikenal Gus Irul. Pergerakan
budaya dengan strategi-srategi pendekatan ala anak muda, yang progresif dan
sistematis dilakukan, dan terbukti Seni Topeng Jabung semakin banyak diterima
kalangan masyarakat hingga akademisi di wilayah kecamatan Jabung.
 |
Para Wiyogo atau lebih dikenal Team Panjak |
Selain bergerak dan berlatih tari Topeng Jabung para penggerak Gubuk
Baca yang tergabung dalam Pasukan Gunung Sari,mereka juga bekerja sama dengan
penggiat gubuk yang konsen dalam literari dan membuat konsep Preman Mengajar.
Preman Mengajar sendiri. adalah gabungan para penggiat gubuk serta seniman muda
Jabung, untuk bisa berbagi dan silaturahmi dalam banyak kegiatan terutama kegiatan
belajar dan literast.
Konsep ini terbukti ampuh, selain meraketkan antar penggdal gubuk,
penggiat budaya dan penggiat Literasi, konsep Preman Mengajar ini juga mampu
diterima di sekolah-sekolah SD ataupun MI di kecamatan Jabung Program program
literasi budaya dibawa dan di ajarkan ke siswa-siswa SD dan ML Belajar menari
topeng pengetahuan karakter serta sejarah Topeng Jabung, hingga pelatihan
pembuatan Topeng dari Bubur Kertas juga di ajarkan oleh penggerak Gubuk dan
Preman Mengajar.
Pengetahuan dan minat anak pada seni tradisi topeng kian besar, terbukti
hingga sast ini siswa-siswa SD ini selalu ikut dalam gist Budaya Topeng Jabung
dimanapun kegiatan Topeng diadakan. Berkat kegigihan dan totalitas berbalut
keiklasan Preman Mengajar dalam ikut mencerdaskan anak Bangsa. Salah satu
lembaga pendidikan di Kecamatan Jabung yaitu SMK Ungu mengapresiaal perjuangan
Preman Mengajar dengan membuka kelas ektrakulikuler Budaya Topeng Jabung, dan pelatihaya
adalah teman-teman dari Preman Mengejar yallu Malid dan Faris Dan tiap Hari
Kami serta minggu sore SMK Ungu dengan okul tari menjadi satu gial budaya yang
ada di wilayah Jalning
 |
Demo Ekstrakurikuler Tari di SMK Ahmad Yani Jabung |
Tidak hanya di SMK
Unggu, salah satu pesantren terbesar di Jabung juga meminta Majid dan
kawan-kawan Pasukan Gunung sari untuk melatih teri topeng paila saniri
santrinya Seakan Topeng Jabung masuk ka segala lini pendidikan yang ada di
Jabutig Jabung yang mana menjadi basis Nahidalul Ulama (NL) juga mengapresiaal
dan menyediakan tempat pada teman-teman penggial Budaya untuk belajar dan
berlatih di terus Kantor MWCNU Jabung Pesantren. Tiap hari sabtu malam. Yang
didukung oleh Lesbumi Jabung, sebuah wadah seni budaya dibawah organisasi NU
Sejak itu, hampir
dibanyak denn atau daerah di kecamatan Jabung, selalu ada kegiatan dan latihan
Topeng Jabung Di latar-laiar sekolah SD, SMK, hingga didalam pesantren,
pelatihan Topeng Jabung selelu bisa di saksikan dittap harinya terutama di
gubuk-gubuk yang tersebar di Kecamatan Jabung Tidak hanya capaian regenerasi
tari yang terjadi di Jabung, dengan konsep cilaturahmi ini regenerasi penatah
Topeng juga berjalan, hingga saat ini telah ada T orang petsauth topeng di
Jabung. Mereka yaitu Pikri, Menyeng. Lyhonk, Andik Roni, Nanang Angga, dan yang
paling produktif dan karyanya banyak menghiasi museum dan dipesan kolektor
adalah Roni dan Lyhonk
 |
Bedayan |
Gebyak Latar Raket
Jabung
Para penggiat Budaya Topeng Jabung, Terutama panggiat dan Gubuk Baca
memang terbilang masih baru belajar, dan kesemuannya adalah anak-anak muda
dengan latar belakang yang beraneka ragam dan tidak mempuny garis keturunan
dari sepuh Topeng Jan Meski begitu, daya juang dan militana mak patut di acungi
jempol. Didominasi k yang progresif dalam giatnya, banyak strategi pengenalan
Topeng Jabung yang bisa dibilang keluar dari Zona nyaman Strategi pengenalas
yang tak lazim dilakukan pada seni tradi dengan menggabungkan dengan tarian
budaya luar. Salah satu contoh tarian Gunu Sari yang dikolaborasi dengan Tarian
Sufi, yang awalnya mendapatkan banyak kritikan, nam akhirnya kini menjadi satu
pakem tarian yang bisa mempererat dua tradisi, yaitu Topeng dan Pesantren.
Tarian kolaborasi Sufi dan Gunung Sari Ins hampir selalu dimainkan dalam
lap acars acara di gubuk atupun di pesantren. Dan hikmahnya, para penggerak
Preman Menga bisa ikut nimbrung dan mengali serta lar dalam kegiatan pesantren
Sejak itu, regeneraal Topeng Jabung sangat kencang di Jabung awalnya hanya
puluhan anak kini ratusan anak sudah bisa menari Topeng Jabung Tidak berhenti
disitu, untuk terus belajar dan terus berjuang dan menciptakan sejarah Topeng
Jabung era saat ini.
 |
Potro joyo dan Emban |
Karena selama ini masih belajar tari potolan maka Para penggerak budaya
Topeng Jabung ingin naik kelas, yaitu bisa memainkan wayang topeng secara utuh
Dan sejak awal tahun 2020 dibulan mel para penggial budaya ini membuat suatu
konsep belajar dan bersilaturahmi k sesama teman dan gubuk Konsep ini di namal
Gebyak Raket, suatu konsep pertunjukan wayang Topeng Jabung dilatar-latar
(halaman) tanpa panggung
Hal ini sebagai bagian dari belajar wayang Topeng juga sarana siar
mengenalkan topeng Jabung ke akar rumput, serta mengembalikan kemurnian sent
tradist, yaitu tidak ada sekat antara kesenian dan masyarakat pendukungnya.
kalau itilah kerennya kesenian dari rakyat untuk rakyat. Ide konsep yang
dimulai di bulan maret 2020 ini hingga kini masih dilakukan, meskipun mengalami
fakum akibat pandemi Corona dan Fembatasan Kegiatan Masyarakat yang berjilid
jilid Jelak kegiatan dan dokumentasi ini bisa dilihat di Facebook dengan hastag
Gebyak Raket, Raket Jabung Topeng Agung
 |
Udopati di Raket Jabung ke-43 di Dusun Busu |
Bukti pembelajaran wayang Topeng secara berpindah-pindah dan menggunakan
gamelan live (kendang, demung, dua saron, dan Kecap, mampu membuat para penari
dan pengrawit semakin matang dalam giatnya Hal ini terbukti, saat gebyak Raket
di apresiasi oleh Padepokan Mangun darmo Tumpang. saat ulang tahun ke 31.pada
rabu (26/8/2020). Dan penampilan Raket Jabung yang ke 41 di bulan desember di
pasar zeni Dewan Kesentan Malang, yang diharuskan memangkas cerita Sayembara
Sodo Lanang hanya menjadi durasi 2 Jam, dikarenakan kebijakan pemerintah Kota
yang masih memberlakukan kontrol jam Malam semasa pandemi Corona "konsep
ini sangat manjur dan meningkatkan mental saya untuk tidak malu ditonton banyak
orang" ucap Silvi aiswa SMK Jabung yang ikut dalam tiap glat Gebyak Latar.
Gebyak Latar sendiri awalnya di lingkup para penggerak Gubuk, dan muda
mudi Jabung namun semakin lama banyak masyarakat luar Atau seniman hiar
yangikut menguati serta selalu hadir ditiap rabu Malam saat gebyak Raket di
lakukan. Sebut saja Binti mahasiswa tari Universitas Negri Malang dan beberapa
rekannya ikut andil ditiap gelaran gebyak latar. Dengan peralatan seadanya,
shoundstatem sederhana serta tidak lengkapnya pakaian dan toping tidak
menyurutkan glat gebyak latar ini. "kami secara sukarela berangkat dan
membawa peralatan sendiri, bahkan jalanan. gorengan ataupun kopi kami baws
sendiri ujar Lyhonk salah satu seniman Topeng Jabung yang ikut serta glat
gebyak Latar ini.
 |
Ki Anwar atau biasa di panggil Cipeng |
Meski, maath banyak kekurangan dalam piranti pendukung pertunjukan
Wayang Topeng, seperti Rapek, ataupun Topeng, namun tidak menyurutkan semangat
para penggiatnya selalu Istikumah.Gebyak raket Jabung yang berpindah-pindah
dess, dari pelatan ke pelataran ini adalah konsep dalam terus bergerak dan
menggerakan serta pemantapan dalam belajar wayang lakon yang dilakukan oleh
para penggerak Gubuk Baca (Republik Gubuk), Pasukan Gunung Sari, Kasanja
Reborn, Bagaskara. Preman Mengajar dan Sanggare Arek Jahung untuk terus belajar
dan mendalami budaya Topeng Jabung
Dan itu terbukti, kini masyarakat di wilayah Kocamatan Jabung semakin
tahu giat dan keberadaan kasenian wayang Topeng Jabung Dengan ketatikhomahan
ini hanyak dari warg yang dengan mukarela dalam mnawarkan tempat untuk Gebyak
Raket Jabung yang dilakukan tiap hari rabu malam di tiap minggunya ini. Selain
itu, beberapa mahasiswa hingga video dokumenter hadir dan mengabarkan gat
tradisi ini lewat media sosial masing-masing Jabung Sebuah film dokumenter
produksi monoton picture dengan Judul Narasi Tari apik dibuat oleh mahasiswa
Universitas Jembar dalam mengabarkan giat ini Film ini bisa di lihat di Youtube
akun monotone picture.
 |
Panji Asmorobangun saat penampilan di Desa Wisata Sidorejo |
Salah satu tokoh pergerakan Republik Gubuk melihat kegiatan rutin ini
sebagal pemurnian mi dan mengatakan bahwa Gebyak Raket Jabung ini adalah alat
budaya yang bisa dibilang mengembalikan marwah budaya pada pendukungnya