RAKET, Ajang Silaturahmi Topeng Jabung

RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG        

Raket dalam pengertian bahasa jawa, mempunyai arti kedekatan, keakraban, talian silaturahmi. Penggunaan kata Raket sampai hari ini masih pergunakan oleh masyarakat, terutama masyarakat Jawa timur. Di Malang, kata Raket sangat familier didalam pergaulan anak muda. "tambah Raket ae rek ambek wanyik", (makin dekat saja rek dengan pacar). satu contoh penggunaan Ralet dalam pergaulan anak muda Malang, nah, ternyata kata Raket, dimasa lalu juga mempunyai arti sebagai penutup wajah atau topeng, hal ini merujuk pada kesenian Wayang Topeng Malang yang kita kenal saat ini.
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Prabu Amiluhur dan Dewi Kameswara

 Penggunaan kata Rakat (Raket) ini telah ada sejak abad ke delapan (8). Abad dimana Kerajaan Kanjuruhan mengalami kejayaannya, Informasi ini termaktub dalam prasasti Dinoyo. Dalam prasasti yang bertarik tahun 682 saka (760 masehi). Prasasti berhuruf jawa kuno dan berbahasa sansakerta ini menerangkan keberadaan kerajaan Kanjuruhan yang diperintah raja Deva Singha yang mempunyai putra mahkota bernama Sang Liswa, dikemudian hari ketika putra mahkota naik tahta menggantikan raja Deva Singhs, Liswa bergelar Gajayana


RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Gunung Sari dan Emban Mones

Seni Topeng saat itu telah menjadi kesenian Karajaan, dan menjadi bagian dari acara-acara proting di dalam kerajaan. Seperti yang di tulis dalam prasasti Dinoyo A. disana disebut "Juru ang Mangkarat (pimpinan pertunjukan raket) yakni pertunjukan syndra fari Topeng) bernama Pataweh (Cahyono, 2003, lampiran III). Dari pengetahuan milah, kita menggunakan raket sebagai satu kata pengganti Topeng, anlain Tapukan, atau Atapukan;
 
Nah, penggunaan kata Raket sebagai Leakraban dan Raket sebagai topeng itu mulai diusung teman-teman penggiat budaya dan Gabuk di Jabung pada tahun 2018 yang lalu. Dimulai pada gial Raket Jabung pertama pada Februari tahun 2018, sebuah konsep Njagong silaturahmiti ngrasani Topeng Jabung. Sebuah kansep silaturahmi dalam niatan meraketkan para muda mudi Jabung, dan serta belajar tentang Topeng (Raket) Jabung, yang mana adalah sani tradisi yang ada di wilayah kecamatan Jabung, Kabupaten Malang

RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Ragil Kuning di perankan Muhammad Sugeng (Lyhonk)
 
Inti dari giat Raket Jabung ini adalah, mengenalkan dan mengapresiasi para sesepuh Topeng Jabung dengan jalan membuat acara njagong silaturahmi dengan sederhana. Awal kali kegiatan Raket Jabung ini Bertempat di Balaidesa Sukolilo, Kecamatan Jabung. Acara sederhana ini di inisiasi para penggiat literasi yang tergabung dalam wadah Republik Gubuk. Mengusung sebuah acara njagong maton dengan mengundang beberapa sesepuh dan pemerhati kesenian Topeng Jabung. Kegiatan ini adalah upaya mengkaji dan mengenalkan seni Topeng Jabung kepada gennrasi muda. brutama para penggiat literasi di Gubuk Baca yang ada di wilayah kecamatan Jabung
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Kelono di perankan oleh Mas Majid
 
Dalam kegiatan Raket fidung inilah, selain t belajar dan mengenal separah Topeng Jabung para pemuda juga langsung bia silaturahmi) dan bertatap muka dengan para sesepah sent wayang Topeng Jabung Para sesepuh seperti Alin Mbah Suparto, Mbah Konda Sulanto, hadir bercerita langsung bagaimana kesenian wayang topeng berkembang di wilayah Jabung Selain itu, dalam Raket Jabang luga dibadiri beberapa patnerhati seni dan akademisi dari Kota Malang, sebut Drs. Robby Hidajat, Yudit Purdananto. Widho Bejo Minulyo, dan jaringan komunitas Muda mudi yang ada di Malang
 
Njagong maton Raket Jabung ini. memang layaknya seminar, selain ada paparan dari narasumber sesepuh topeng juga ada tampilan tarian yang di persembahkan oleh Pasukan Gunung Sari, lalu tanya jawab dan ditutup don, sama seperti seminar-seminar humrahnya. Namun, yang menjadikan Raket Jabung berkesan dan istimewa adalah para pesertanya adalah lintas komunites, ada yang dari pesantren, dari Republik Gubuk, serta dari beberapa komunitas dari Kota Malang kegiatan yang berada di Balai Desa Sukolilo kecamatan Jabung itu sangat ramai.
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Buto

Suatu peristiwa budaya yang sangat jarang sekali ada di Malang, dalam kegiatan ini juga muncul dan lahir sejarah baru penampilan tari topeng, yang sebelumnya belum pernah ada di Malang Raya. Saat itu, dalam sesi pertunjukan tarian Gunung Sari awalnya di tarikan dua orang dengan mengenakan topeng serta kostum atau rapak utuh. Dimenit kesepuluh dari tarian yang berdurasi 25 menitan ini. para penonton ikut kedepan dan menari mengikuti penari Topeng berputar mengitari latar ditengah antara pemateri dan audien yang duduk lesehan, penampilan tarian Gunung sari Kembat layaknya tarian flasmop yang kini sering kita lihat di mana-mana, dalam gelar Raket Jabung 2018 juga melakukan itu.
 
Drs Robby Hidajat, akademisi sekaligus dowen tari yang selama ini di kenal akan karya tulisannya tentang Topeng Malang, malam itu mmgatakan, inilah Peristiwa budaya, dan ini adalah momentum atau peristiwa istimewa dalam sejarah topeng Malang konsep yang di hadirkan pada malam itu merupakan yang pertama dalam dunia pertunjukan Topeng Malang Bobby Hidajat juga mengatakan pirates its akan menjadi satu berita besar Sila mana pada malam hari itu hadir wartawan stau pemulis yang mengkabarkan,
 
Sejak itu banyak konsep atau strategi yang Aikudiskan oleh muda mudi (sbning, sebut sa dalam glat Raket Jabung yang ke dus di la M. Rakes Jabung ke dus ini adalah yeplaas wayang Topeng Kontemporer yang bekistetasi Ampan Filenlar seni dari Bali yalts Hand (then) Kandhihawa atau lebih di kenal dengan sebutan Mbak Seval da Sagara Dhatu. Seva Dhatu sendiri adalah penan tradisi Calon Arang Bali juga salah satu tokoh di dunia seni kontemporer otodidak Indonesia
 
Dalam raket Jabung ke dua ini, pasukan gunung sari membawakan sendra tari topeng dengan judul Ken Umang dan Ken Angrok Sebuah cerita yang mengangkat peran dibalik layar perjuangan seorang Ken Umang dalam membantu sang suami yaitu Ken Angrok hingga berhasil menjadi penguasa Singosari Lagi-lagi Raket Jabung menorehkan sejarah baru dalam dunia pertunjukan Topeng Malang sebuah sajian Wayang Topeng Kontemporer dengan alur cerita yang tak pernah ada didunia Topeng Malang meskipun begitu, antusias penonton dari kalangan muda sangat banyak. dan gelar malam itu sukses berjalan lancar.
 
Strategi dan konsep dalam mengenalkan seni tradisi Topeng Malang, terutama Topeng Jabung memang tak lazim dan mengundang kritik sesepuh yang berpedoman pada pakem. Namun, hal ini terbukti mengena dan menjadikan anak muda di wilayah Jabung sedikit demi sedikit banyak yang belajar tradisi Topeng Jabung
 
Pergerakan budaya di kalangan anak muda Jabung ini memang tak lepas dari peran serta penggerak Gubuk yang ada di wilayah Jabung. Dan tentunya konsep dan pemikiran dari Fahrul Alam Syah atau yang lebih dikenal Gus Irul. Pergerakan budaya dengan strategi-srategi pendekatan ala anak muda, yang progresif dan sistematis dilakukan, dan terbukti Seni Topeng Jabung semakin banyak diterima kalangan masyarakat hingga akademisi di wilayah kecamatan Jabung.
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Para Wiyogo atau lebih dikenal Team Panjak


Selain bergerak dan berlatih tari Topeng Jabung para penggerak Gubuk Baca yang tergabung dalam Pasukan Gunung Sari,mereka juga bekerja sama dengan penggiat gubuk yang konsen dalam literari dan membuat konsep Preman Mengajar. Preman Mengajar sendiri. adalah gabungan para penggiat gubuk serta seniman muda Jabung, untuk bisa berbagi dan silaturahmi dalam banyak kegiatan terutama kegiatan belajar dan literast.
 
Konsep ini terbukti ampuh, selain meraketkan antar penggdal gubuk, penggiat budaya dan penggiat Literasi, konsep Preman Mengajar ini juga mampu diterima di sekolah-sekolah SD ataupun MI di kecamatan Jabung Program program literasi budaya dibawa dan di ajarkan ke siswa-siswa SD dan ML Belajar menari topeng pengetahuan karakter serta sejarah Topeng Jabung, hingga pelatihan pembuatan Topeng dari Bubur Kertas juga di ajarkan oleh penggerak Gubuk dan Preman Mengajar.

RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG


 
Pengetahuan dan minat anak pada seni tradisi topeng kian besar, terbukti hingga sast ini siswa-siswa SD ini selalu ikut dalam gist Budaya Topeng Jabung dimanapun kegiatan Topeng diadakan. Berkat kegigihan dan totalitas berbalut keiklasan Preman Mengajar dalam ikut mencerdaskan anak Bangsa. Salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Jabung yaitu SMK Ungu mengapresiaal perjuangan Preman Mengajar dengan membuka kelas ektrakulikuler Budaya Topeng Jabung, dan pelatihaya adalah teman-teman dari Preman Mengejar yallu Malid dan Faris Dan tiap Hari Kami serta minggu sore SMK Ungu dengan okul tari menjadi satu gial budaya yang ada di wilayah Jalning
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Demo Ekstrakurikuler Tari di SMK Ahmad Yani Jabung


 
Tidak hanya di SMK Unggu, salah satu pesantren terbesar di Jabung juga meminta Majid dan kawan-kawan Pasukan Gunung sari untuk melatih teri topeng paila saniri santrinya Seakan Topeng Jabung masuk ka segala lini pendidikan yang ada di Jabutig Jabung yang mana menjadi basis Nahidalul Ulama (NL) juga mengapresiaal dan menyediakan tempat pada teman-teman penggial Budaya untuk belajar dan berlatih di terus Kantor MWCNU Jabung Pesantren. Tiap hari sabtu malam. Yang didukung oleh Lesbumi Jabung, sebuah wadah seni budaya dibawah organisasi NU
 
Sejak itu, hampir dibanyak denn atau daerah di kecamatan Jabung, selalu ada kegiatan dan latihan Topeng Jabung Di latar-laiar sekolah SD, SMK, hingga didalam pesantren, pelatihan Topeng Jabung selelu bisa di saksikan dittap harinya terutama di gubuk-gubuk yang tersebar di Kecamatan Jabung Tidak hanya capaian regenerasi tari yang terjadi di Jabung, dengan konsep cilaturahmi ini regenerasi penatah Topeng juga berjalan, hingga saat ini telah ada T orang petsauth topeng di Jabung. Mereka yaitu Pikri, Menyeng. Lyhonk, Andik Roni, Nanang Angga, dan yang paling produktif dan karyanya banyak menghiasi museum dan dipesan kolektor adalah Roni dan Lyhonk
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Bedayan 



Gebyak Latar Raket Jabung
Para penggiat Budaya Topeng Jabung, Terutama panggiat dan Gubuk Baca memang terbilang masih baru belajar, dan kesemuannya adalah anak-anak muda dengan latar belakang yang beraneka ragam dan tidak mempuny garis keturunan dari sepuh Topeng Jan Meski begitu, daya juang dan militana mak patut di acungi jempol. Didominasi k yang progresif dalam giatnya, banyak strategi pengenalan Topeng Jabung yang bisa dibilang keluar dari Zona nyaman Strategi pengenalas yang tak lazim dilakukan pada seni tradi dengan menggabungkan dengan tarian budaya luar. Salah satu contoh tarian Gunu Sari yang dikolaborasi dengan Tarian Sufi, yang awalnya mendapatkan banyak kritikan, nam akhirnya kini menjadi satu pakem tarian yang bisa mempererat dua tradisi, yaitu Topeng dan Pesantren.

Tarian kolaborasi Sufi dan Gunung Sari Ins hampir selalu dimainkan dalam lap acars acara di gubuk atupun di pesantren. Dan hikmahnya, para penggerak Preman Menga bisa ikut nimbrung dan mengali serta lar dalam kegiatan pesantren Sejak itu, regeneraal Topeng Jabung sangat kencang di Jabung awalnya hanya puluhan anak kini ratusan anak sudah bisa menari Topeng Jabung Tidak berhenti disitu, untuk terus belajar dan terus berjuang dan menciptakan sejarah Topeng Jabung era saat ini.

RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Potro joyo dan Emban

 
Karena selama ini masih belajar tari potolan maka Para penggerak budaya Topeng Jabung ingin naik kelas, yaitu bisa memainkan wayang topeng secara utuh Dan sejak awal tahun 2020 dibulan mel para penggial budaya ini membuat suatu konsep belajar dan bersilaturahmi k sesama teman dan gubuk Konsep ini di namal Gebyak Raket, suatu konsep pertunjukan wayang Topeng Jabung dilatar-latar (halaman) tanpa panggung

Hal ini sebagai bagian dari belajar wayang Topeng juga sarana siar mengenalkan topeng Jabung ke akar rumput, serta mengembalikan kemurnian sent tradist, yaitu tidak ada sekat antara kesenian dan masyarakat pendukungnya. kalau itilah kerennya kesenian dari rakyat untuk rakyat. Ide konsep yang dimulai di bulan maret 2020 ini hingga kini masih dilakukan, meskipun mengalami fakum akibat pandemi Corona dan Fembatasan Kegiatan Masyarakat yang berjilid jilid Jelak kegiatan dan dokumentasi ini bisa dilihat di Facebook dengan hastag Gebyak Raket, Raket Jabung Topeng Agung
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Udopati di Raket Jabung ke-43 di Dusun Busu

Bukti pembelajaran wayang Topeng secara berpindah-pindah dan menggunakan gamelan live (kendang, demung, dua saron, dan Kecap, mampu membuat para penari dan pengrawit semakin matang dalam giatnya Hal ini terbukti, saat gebyak Raket di apresiasi oleh Padepokan Mangun darmo Tumpang. saat ulang tahun ke 31.pada rabu (26/8/2020). Dan penampilan Raket Jabung yang ke 41 di bulan desember di pasar zeni Dewan Kesentan Malang, yang diharuskan memangkas cerita Sayembara Sodo Lanang hanya menjadi durasi 2 Jam, dikarenakan kebijakan pemerintah Kota yang masih memberlakukan kontrol jam Malam semasa pandemi Corona "konsep ini sangat manjur dan meningkatkan mental saya untuk tidak malu ditonton banyak orang" ucap Silvi aiswa SMK Jabung yang ikut dalam tiap glat Gebyak Latar.

Gebyak Latar sendiri awalnya di lingkup para penggerak Gubuk, dan muda mudi Jabung namun semakin lama banyak masyarakat luar Atau seniman hiar yangikut menguati serta selalu hadir ditiap rabu Malam saat gebyak Raket di lakukan. Sebut saja Binti mahasiswa tari Universitas Negri Malang dan beberapa rekannya ikut andil ditiap gelaran gebyak latar. Dengan peralatan seadanya, shoundstatem sederhana serta tidak lengkapnya pakaian dan toping tidak menyurutkan glat gebyak latar ini. "kami secara sukarela berangkat dan membawa peralatan sendiri, bahkan jalanan. gorengan ataupun kopi kami baws sendiri ujar Lyhonk salah satu seniman Topeng Jabung yang ikut serta glat gebyak Latar ini.

Ki Anwar atau biasa di panggil Cipeng


Meski, maath banyak kekurangan dalam piranti pendukung pertunjukan Wayang Topeng, seperti Rapek, ataupun Topeng, namun tidak menyurutkan semangat para penggiatnya selalu Istikumah.Gebyak raket Jabung yang berpindah-pindah dess, dari pelatan ke pelataran ini adalah konsep dalam terus bergerak dan menggerakan serta pemantapan dalam belajar wayang lakon yang dilakukan oleh para penggerak Gubuk Baca (Republik Gubuk), Pasukan Gunung Sari, Kasanja Reborn, Bagaskara. Preman Mengajar dan Sanggare Arek Jahung untuk terus belajar dan mendalami budaya Topeng Jabung

Dan itu terbukti, kini masyarakat di wilayah Kocamatan Jabung semakin tahu giat dan keberadaan kasenian wayang Topeng Jabung Dengan ketatikhomahan ini hanyak dari warg yang dengan mukarela dalam mnawarkan tempat untuk Gebyak Raket Jabung yang dilakukan tiap hari rabu malam di tiap minggunya ini. Selain itu, beberapa mahasiswa hingga video dokumenter hadir dan mengabarkan gat tradisi ini lewat media sosial masing-masing Jabung Sebuah film dokumenter produksi monoton picture dengan Judul Narasi Tari apik dibuat oleh mahasiswa Universitas Jembar dalam mengabarkan giat ini Film ini bisa di lihat di Youtube akun monotone picture.
 
RAKET, AJANG SILATURAHMI TOPENG JABUNG
Panji Asmorobangun saat penampilan di Desa Wisata Sidorejo

Salah satu tokoh pergerakan Republik Gubuk melihat kegiatan rutin ini sebagal pemurnian mi dan mengatakan bahwa Gebyak Raket Jabung ini adalah alat budaya yang bisa dibilang mengembalikan marwah budaya pada pendukungnya 

Menjadikan budaya topeng dekat dengan 7 masyarakatnya Berkah keistikamahan ini.. selain masyarakat lebih mencintal budaya. Topeng dan ini dibuktikan tiap gelar Raket Jabung secara sederhana ini selalu ramai dan antusias warga yang datang melihat hingga akhir juga kini banyak dari pemain dan tokoh-tokoh Raket Jabung yang dipercaya oleh lembaga pendidikan ataupun Pesantren di Jabung untuk menjadi pengajar seni budaya Topeng ini.

Pasukan Jejer Sabrang di Desa Wisata Sidorejo

Untuk diketahui bersama, para penari dan panjak dalam giat Haket Jabung ini adalah anak anak muda yang berasal dari banyak desa yang ada di wilayah kecamatan Jabung. Desa Mindi, 5 Gendut desa Baro Jabung Desa Busu, Desa Jabung. Desa Kemantren, Desa Putuk, Desa Sukolilo, Desa Kampung Anyar, Desa Gedangan dan lainnya. Anak-anak muda ini bersama dalam satu visi dalam siar budaya di wilayah akar rumput, khususnya di wilayah kecamatan Jabung Selama gibysk raket int, para pemuda Jabung ini juga mendokumentasikan gending gending Topeng Jabung dalam bentuk digital harapannya adalah untuk disebar dan dijadikan pengiring latihan adik-adik gubuk ataupun masyarakat yang ingin berlatih tart Topeng Jabung.
 
Adapun nama para pemain dalam giat Gebyak Raket seperti yang tercantum di bawah ini :

NO

Nama

Peran

1

Muhammad Sugeng (Lyhonk)

Ragil Kuning, Dewi Kameswara

2

Rezza

Prabu Amiluhur

3

Majid

Kelono, Udopati Kartolo

4

Fikri

Gunung Sari, Jejer Jowo, Emban

5

Angga

Jejer Jowo, Gunung Sari

6

Faris

Jejer Sabrang, Bapang

7

Eca

Jejer Sabrang, Bapang

8

Niken

Jejer Jowo

9

Silfi

Jejer Jowo

10

Arik Oi

Jejer Sabrang, Patih Sabrng

11

Agung Mahardika

Gunung Sari

12


Tias

Abith Kusnadi

Jejer Sabrang, Bapang,

Potro Joyo

13

Mak Denk

Emban Mones

14

Saiful

Buto, Jejer Jowo

15

Dani

Jejer Jowo

 

Para Wiyogo

 

1

Deva Akbar

Kendang

2

Eka

Kendang, Gong Electrik, Siter

3

Imam

Saron 1

4

Dani (Brown)

Saron 2

5

Gendut

Demung, Saron

6

7

8

9

Sugeng

Ki Anwar

Lela Ayu

Leli Ayu

Demung, Kendang                

Dalang

Sinden

Sinden

Penulis : Muhammad Nasa'i

Editor : Mohamad Ainul Yakin 

 

DONASI BUKU : Bila kamu ingin mendonasikan buku, jenis buku yang diperlukan oleh Republik Gubuk adalah : Buku cerita anak usia 5-13 tahun Jenis buku : cerita rakyat, dongeng, fabel, buku petualangan seperti komik Tintin, majalah anak, ensiklopedia untuk anak.
Tedbree Logo
Admin RG Biasanya membalas dengan cepat
Halo Bani Gubuk, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim